Semua Belum Berakhir


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgb7i3dHqcPi5hlh4nHn1rtLjbCkjmdW94zuCc4prRtZCAl-J5uGkLDT7lDmuJOTpbO3-9A4AErGnuqKDIlq8d1fNIMm_YHJyzd_tKU9diawW4td6p1QmB8rBjkwS37m9r3MTPJ6KEDHvs/s1600/2016-01-31_00.50.18.jpg

Mentari terik di tengah siang nan panas
Menghujam planet bumi di galaksi ini
Pembangunan yang terus menjulang ke angkasa
Hingga tak terlihat akan sisi kekosongan jiwa

Hari demi hari telah dijalani
Waktu terus berputar dan tak kan kembali
Ku terus menggapai cita-cita
Menjalani kewajiban menuntut ilmu

Memenuhi tanggung jawab insani
Yang haus akan pengetahuan
Demi ilahi yang terus menatap tak henti
Dengan pengawalan di kanan kiri

Waktu telah mulai mengakhiri
Tapi masih ada jalan panjang
Yang harus ditempuh kembali

Jangan bersenang dahulu
Setiap sesuatu yang terjadi
Ada ibrah yang akan diresapi
Ayo kembali mensyukuri
Untuk esok yang lebih abadi lagi
Lebih baik dari hari ini

*) Puisi ini ditulis di Yogyakarta pada tanggal 10 Januari 2017 untuk mengingatkan bahwa waktu liburan Semester III telah tiba dan selamat datang Semester IV. Semoga nantinya lebih baik lagi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengkaji Tradisi Sekaten di Daerah Istimewa Yogyakarta dalam Perspektif Islam

Transformasi Moderasi Beragama dalam Pendidikan: Strategi Menjaga Harmoni Sosial di Tengah Kemajemukan Indonesia

Dari Pintu ke Pintu, dari Klik ke Hati: Inovasi Pembangunan Religiusitas di Tengah Era Digital