Mengkaji Tradisi Sekaten di Daerah Istimewa Yogyakarta dalam Perspektif Islam A. Asal Usul Sekaten Sekaten adalah suatu tradisi yang telah ada sejak zaman kerajaan Demak. Sultan Agung sebagai raja Demak memprakarsai perayaan sekaten dan sampai saat ini masih dilestarikan di Keraton Yogyakarta dan Surakarta. Dalam tradisi kerajaan Demak, upacara sekaten diselenggarakan sebagai usaha untuk memperluas serta memperdalam rasa jiwa ke-Islaman bagi segenap masyarakat Jawa. Usaha ini dilaksanakan oleh para wali yang dikenal dengan sebutan Wali Sanga . [1] Para wali memahami dan yakin bahwa rakyat menggemari bunyi gamelan. Sunan Giri, salah seorang dari Wali Sanga , memahami teknik pembuatan gamelan. Beliau lalu membuat seperangkat gamelan yang dinamakan Kiai Sekati . Selain membuat gamelan, Sunan Giri juga menciptakan gending untuk alat penyebaran agama Islam. Gamelan Kiai Sekati itu setiap tahun dibunyikan untuk memeriahkan peringatan hari lahir Nabi Muhamm...
Indonesia adalah negara yang dikenal luas sebagai bangsa yang majemuk. Keragaman agama, suku, bahasa, dan budaya menjadi ciri khas identitas nasional yang telah terbentuk sejak masa pra-kemerdekaan. Namun, kemajemukan ini bukan tanpa tantangan. Ketegangan antar kelompok, intoleransi, dan radikalisme keagamaan masih sering mewarnai dinamika sosial masyarakat Indonesia. Dalam konteks inilah, konsep moderasi beragama menjadi penting untuk dikedepankan sebagai jalan tengah guna menciptakan keharmonisan sosial. Pendidikan sebagai agen utama pembentukan karakter bangsa memainkan peran krusial dalam mentransformasikan nilai-nilai moderasi beragama agar mampu meresap ke dalam cara berpikir, bersikap, dan bertindak masyarakat Indonesia. Moderasi beragama secara konseptual merujuk pada sikap beragama yang seimbang, tidak ekstrem dan tidak liberal, serta berlandaskan pada prinsip keadilan, keseimbangan, dan toleransi. Konsep ini bukanlah bentuk peminggiran ajaran agama, melainkan justru upaya u...
MTsS Ziyadatul Ihsan Jakarta merupakan salah satu madrasah swasta yang terus berupaya meningkatkan kompetensi keberagamaan para siswanya melalui pendekatan yang inovatif dan kontekstual. Terletak di Cipinang Muara, Jakarta Timur, madrasah ini menggabungkan metode pembelajaran tradisional dengan pendekatan kekinian yang responsif terhadap tantangan zaman. Salah satu inovasi unggulannya adalah penerapan metode pembinaan keberagamaan secara door to door dan via daring, dua strategi yang saling melengkapi dalam menciptakan lingkungan belajar yang religius, partisipatif, dan berkelanjutan. Pendekatan door to door dilakukan melalui kunjungan langsung guru ke rumah siswa. Melalui program ini, guru khususnya guru Pendidikan Agama Islam membangun komunikasi yang lebih personal dengan siswa dan keluarganya. Kunjungan ini bukan sekadar silaturahmi, melainkan sebagai sarana pembinaan akhlak, pengawasan praktik ibadah, dan penanaman nilai-nilai Qurani secara langsung di lingkungan rumah siswa. ...
Komentar
Posting Komentar